BPR Bali Naikkan Kredit Konsumtif menjadi 45%

Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Bali menargetkan kenaikan komposisi penyaluran kredit sektor konsumtif menjadi 45% pada 2012 dibanding pencapaian tahun sebelumnya.

Wakil Ketua Umum DPP Perbarindo Made Arya Amitaba mengatakan sektor konsumtif merupakan sektor yang tumbuh cepat dalam jumlah besar. Untuk itu, BPR di Bali pada 2012 akan lebih fokus menggarap sektor kredit konsumsi dengan masih mempertahankan komposisi kredit modal usaha.

“Tentu dengan manajemen risiko yang matang,” katanya kepada Bisnis hari ini.

Berdasarkan data Bank Indonesia Denpasar triwulan IV/2011, kredit konsumsi yang disalurkan BPR di Bali sebesar Rp932 miliar atau 26,49% dari total kredit. Adapun konsentrasi penyaluran kredit dilakukan untuk sektor perdagangan yang mencapai Rp1.187 miliar atau 33,73% dari total kredit. Sementara sisanya tersalur pada kredit lain-lain yang terklasifikasi.

Mantan Ketua DPD Perbarindo Bali itu juga menjelaskan pada tingginya penyaluran kredit, kualitasnya dapat dijaga oleh BPR. Kondisi ini terindikasi dari penurunan rasio nonperforming loan (NPL) dari 3,47% pada triwulan III/2011 menjadi 2,70% pada triwulan IV/2011.

Proyeksi kenaikan kredit konsumsi itu, lanjutnya, sangat berpotensi diikuti turunnya suku bunga pinjaman. Saat ini, BPR di Bali rata-rata menerapkan suku bunga pinjaman sebesar 18-21% per tahun. Pada ekspektasi kenaikan penyaluran kredit, suku bunga akan diturunkan menjadi 16-17% per tahun.

Amitaba menjelaskan penurunan suku bunga kredit itu masih menunggu respons dari bank umum. Saat ini bunga pinjaman bank umum masih bertengger pada kisara rata-rata sebesar 13,5%. “Jika bank umum menurunkan bunga, kami juga akan menurunkan,” kata Amitaba yang juga menjabat sebagai Direktur Utama BPR Sukawati Pancakanti (BPR Kanti).

Selain menggenjot kinerja kredit, tegasnya, sebanyak 138 BPR di Bali yang masih terfokus pada sektor mikro ini berharap mencapai angka loan to deposit ratio (LDR) sebesar 82%. Saat ini pada akhir triwulan 2011, LDR dari BPR mengalami kontraksi kisaran 76,49% atau lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya sebesar 79,54%.

Sementara itu data BI Denpasar mencatat, DPK BPR di Bali yang berbentuk dari deposito dan tabungan tumbuh sebesar Rp923 miliar. Berdasarkan jenisnya DPK umumnya didominasi oleh simpanan dalam bentuk deposito yang mencapai Rp2.278 miliar dengan andil 70,03%.

Pertumbuhan deposito melejit pada angka 43,44%, jauh lebih tinggi dibanding dengan pertumbuhan tabungan yang hanya mencapai 31,34% pada periode yang sama.

“Hal ini didorong oleh tingginya suku bunga deposito yang ditawarkan oleh BPR,” tulis kajian ekonomi regional yang ditandatangani pemimpin KBI Denpasar, Jeffrey Kairupan.(sut)

via Bisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>