Diperketat BI, Bisnis Kartu Kredit Terancam ‘Suram’

Industri kartu kredit diprediksi akan suram menyusul terbitnya aturan yang lebih ketat. Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) menilai pertumbuhan jumlah kartu kredit akan turun 5% dengan dikeluarkannya Peraturan Bank Indonesia (PBI) soal alat pembayaran dengan menggunakan kartu (APMK) pada awal tahun ini.

“Ini pertumbuhan kan biasanya 10%, dengan ini (PBI) akan berkurang rate pertumbuhannya sekitar 5%,” kata General Manager AKKI Steve Marta dalam sebuah diskusi Era Baru Penggunaan Kartu Kredit Indonesia di Sarinah, Thamrin, Jakarta, Senin (2/6/2012).

Menurutnya, pertumbuhan jumlah kartu kredit akan menyusut karena ada aturan pembatasan jumlah kartu yang bisa dimiliki nasabah.

“Terutama dengan pembatasan jumlah kartu. Artinya dari bisa dapat 3-4 kartu, sekarang dibatasi menjadi dua penerbit,” ungkapnya.

Dikatakan Steve, dari penurunan pertumbuhan sekitar 5% tersebut, AKKI memperkirakan pertumbuhan jumlah kartu kredit pada 2012 hanya sebesar 5%.

“Akhir tahun 2011 itu kan ada sekitar 4,7 juta kartu baru, ya tahun ini bertambah 750 ribu sampai 1 juta kartu, jadi di akhir tahun ini sekitar 15,5 juta kartu,” tutupnya.

Seperti diketahui, BI bakal membatasi kepemilikan kartu kredit nasabah. Untuk nasabah bergaji atau penghasilan di bawah Rp 10 juta maksimal hanya memiliki kartu kredit dari 2 penerbit. Untuk penghasilan di atas Rp 10 juta tergantung penilaian bank.

Herdaru Purnomo - detikFinance

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>