Industri Alat Berat Indonesia Tumbuh 29%

Industri alat berat Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh sepanjang tahun ini, dengan volume produksi hingga 9.500 unit. Angka ini tumbuh sekitar 29% dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 7.353 unit.

Government Relation Asosiasi Industri Alat Besar Indonesia (Hinabi), Syahlan Widodo, menyebutkan pertumbuhan volume produksi ini disebabkan karena meningkatnya permintaan terhadap alat-alat berat a.l. untuk keperluan pertambangan, perkebunan, maupun pertanian.

Kendati meningkat dibandingkan dengan tahun lalu, kata Syahlan, jumlah alat berat yang diproduksi di dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan selama ini, sehingga sisanya dipenuhi dengan cara diimpor oleh distributor-distributor alat berat.

“Saat ini, kapasitas produksi hanya 9.500–10.000 unit per tahun. Sementara itu, demand terhadap alat-alat berat pada tahun ini diperkirakan mencapai angka 14.000 unit,” katanya, akhir pekan lalu.

Bahkan, sambung Syahlan, pada 2020 permintaan akan alat berat diperkirakan mencapai 25.000 unit. Jumlah ini sama dengan pasar di China pada saat sekarang ini, yang per tahunnya mencapai 25.000 unit.

Hinabi merupakan asosiasi industri alat berat yang didirikan pada 1983. Saat ini, terdapat 33 anggota yang berada di bawah asosiasi ini. Lima anggota utamanya a.l. PT Komatsu Indonesia, PT Caterpillar Indonesia, PT Hitachi Construction Machinery Indonesia, PT Sumitomo SHI Construction Machinery Indonesia, serta PT Sakai Road Machinery Indonesia.

Syahlan menyebutkan ada 16 product range Hinabi yang diproduksi di Indonesia, seperti hydraulic excavator, dump truck (off high way), bulldozer, vibrating roller compactor, static pneumatic tire roller. Produk-produk tersebut a.l. untuk keperluan konstruksi maupun pertambangan.

Saat ini, alat-alat berat yang diproduksi sudah mempunyai kandungan lokal rata-rata hingga 60%. Pada 2010, kandungan lokal produk excavator dan bulldozer yang diproduksi masih sekitar 50% dan dump truck sebesar 35%.

Pada 2015 mendatang, kandungan lokal dalam produk-produk yang diproduksi ini diharapkan terus meningkat menjadi 60% untuk excavator dan bulldozer, serta 40% untuk produk dump truck. (Bsi)

Oleh Elvani Harifaningsih

Comments

  1. Reply

  2. By syaifuddin

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>