Kredit Alat Berat Tumbuh Melesat

Kredit alat berat di perusahaan pembiayaan (multifinance) tumbuh melesat melebihi ekspektasi. Padahal, bisnis ini terkendala banyak hambatan, seperti bencana tsunami di Jepang. Manajemen perusahaan multifinance optimistis, pembiayaan alat berat pada tahun ini bakal tumbuh tinggi.

Naga Sujady, Kepala Divisi keuangan Surya Artha Nusantara (SAN) Finance mengatakan, sepanjang tahun 2011, SAN menyalurkan pembiayaan alat berat sebesar Rp 4,6 triliun. Jumlah itu tumbuh 147% ketimbang realisasi tahun 2010, serta melebihi target pertumbuhan 20%.

Sebenarnya, bisnis ini sempat terkendala pasokan. Ini akibat bencana tsunami di Jepang pada Maret 2011. Syukurlah, hal itu hanya berlangsung singkat dan pasokan bisa normal kembali mulai semester kedua tahun lalu.

Apalagi, permintaan alat berat dari industri perkebunan dan pertambangan semakin banyak pada semester kedua tahun lalu. Naga bilang, pemesanan alat berat di daerah-daerah semakin merata. “Dulu Kalimantan sangat dominan, tapi sekarang tidak,” kata Naga, akhir pekan lalu.

Kini, permintaan alat berat dari Sumatra dan Indonesia bagian timur semakin besar. Pasar alat berat di Kalimantan tinggal 60% dari sebelumnya sekitar 80%. Sedangkan pasar di Sumatera mencapai 20% dan sisanya tersebar di Indonesia bagian timur.
Tahun 2012, Naga menargetkan pembiayaan alat berat di SAN Finance tumbuh 25% dari tahun 2011. Berbeda dengan tahun lalu, hambatan bisnis pada tahun ini diperkirakan berasal dari faktor persaingan. “Semakin banyak multifinance yang menyasar sektor alat berat,” tutur Naga.

Benar saja, salah satu multifinance yang akan menyasar alat berat adalah PT Arthaasia Finance. Mereka masuk ke bisnis ini, setelah adanya pemilik baru, yakni Hitachi Capital Corporation.

Selain itu, Century Tokyo Leasing Indonesia, JA Mitsui Leasing Indonesia, IJB Verena Finance, BCA Finance, BII Finance, dan Mandiri Tunas Finance (MTF) juga menyasar pembiayaan alat berat. “Persaingan akan ketat, tapi pasar juga semakin besar,” tambah Andi Harjono, Direktur Keuangan Verena Multifinance, Senin (23/1).

Tak heran, Verana berani mematok pembiayaan alat berat tumbuh empat kali lipat ketimbang tahun 2011. Tahun lalu, Verena berhasil membiayai alat berat sebesar Rp 100 miliar, tumbuh 25% dari tahun 2010. “Kami akan memperbanyak pembiayaan produk Korea dan China,” ujar Andi.

-Via Kontan.co.id-

Comments

  1. By Boby Hartono

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>