Penjualan Mobil dan Sepeda Motor akan Turun 60%

Rencana pembatasan kredit ke sektor otomotif tahun ini oleh sejumlah perbankan, dinilai akan menjadi preseden buruk bagi industri dan bisnis. Bahkan ada yang menilai, akan menjegal pertumbuhan penjualan mobil dan sepeda motor di Indonesia tahun ini yang lagi mekar-mekarnya.

“Ini berita negatif bagi industri otomotif. Pengumuman ini akan mengurangi niat untuk ekspansi. Kami melihat (opini perbankan) terlalu ekstrim. Mereka seharusnya bilang lebih selektif mengucurkan kredit ke perusahaan pembiayaan, bukan pembatasan,” tegas Johnny Darmawan, Ketua III GAIKINDO kepada KompasOtomotif, Kamis (2/2/2012).

Rencana pembatasan arus kredit ke sektor otomotif tahun ini dipastikan bakal menghadang pertumbuhan industri ini karena pembelian secara kredit mencapai 70-80 persen. Dijelaskan, pembatasan sepenuhnya menjadi hak setiap bank. Johnny menegaskan, otomotif merupakan salah satu kontributor terbesar terhadap GPD Indonesia saat ini.

“Saat ini perekonomian kita mengandalkan konsumsi dalam negeri. Kalau begini, Indonesia tak akan mencapai (penjualan) 1 juta unit,” lanjut Johnny.

Sebelumnya, sejumlah bank seperti PT Bank Negara Indonesia (BNI) dan PT Bank OCBC NISP Tbk berniat membatasi penyaluran kredit otomotif ke lembaga pembiayaan karena segmen tersebut dinilai sudah jenuh.

Sementara itu, Wiwie Kurnia, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menjelaskan, strategi yang di sampaikan beberapa instansi perbankan di Indonesia tahun ini jangan diterjemahkan sebagai langkah umum. Sejumlah bank tertentu fokus ke sektor kredit masing-masing.

“Intinya, setiap bank punya kebijakan sendiri. Justru sekarang ini kredit otomotif lagi bagus-bagusnya banyak investor yang melirik,” beber Wiwie.

DP 30 Persen
Himbauan Bank Indonesia untuk berhati-hati mengucurkan kredit ke otomotif dengan menaikkan uang pangkal (down payment) minimal kecil 30 persen dari harga produk, juga dinilai negatif oleh pelaku industri otomotif dan lembaga pembiayaan. Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, kondisi tersebut akan membebani konsumen baru.

“Sangat kecil konsumen yang membayar DP di atas 30 persen. Kalau DP minimal 30 persen, penjualan mobil baru akan turun sampai 60 persen. Boleh saja lebih selektif, sesuai dengan kebijakkan setiap bank,” tegas Johnny.

Via otomotif.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>