Ketika akan mengajukan permohonan kredit, biasanya kita akan mencari tahu bunga kredit yang akan bank bebankan kepada kita selaku nasabah. Oleh sebab itu sangatlah penting kita mengerti, menghitung, atau bahkan memperbandingkan bunga kredit yang dikenakan oleh satu bank dan bank lainnya kepada kita.

Bunga kredit yang dikenakan oleh bank kepada kita biasanya telah ditetapkan berdasarkan acuan suku bunga yang sudah baku. Suku bunga yang dimaksud adalah Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK).

Setiap bank umum konvensional yang meiliki asset minimal Rp. 10 trilun wajib mempublikasikan SBDK yang dimilikinya.

Perhitungan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) merupakan hasil perhitungan dari 3 komponen yaitu (1) Harga Pokok Dana untuk Kredit atau HPDK; (2) Biaya overhead yang dikeluarkan Bank dalam proses pemberian kredit; dan (3) Margin Keuntungan (profit margin) yang ditetapkan untuk aktivitas perkreditan.

Dalam perhitungan SBDK, Bank belum memperhitungkan komponen premi risiko individual nasabah bank. SBDK merupakan suku bunga terendah yang digunakan sebagai dasar bagi bank dalam penentuan suku bunga kredit yang dikenakan kepada nasabah bank.

Perhitungan SBDK dalam rupiah yang wajib dilaporkan kepada Bank Indonesia dan dipublikasikan, dihitung untuk 3 jenis kredit yaitu (1) kredit korporasi; (2) kredit retail; dan (3) kredit konsumsi (KPR dan Non KPR). Untuk kredit konsumsi non KPR tidak termasuk penyediaan dana melalui kartu kredit dan kredit tanpa agunan. Penggolongan jenis kredit tersebut didasarkan pada kriteria yang ditetapkan oleh internal Bank. Selain itu, SBDK tersebut dihitung secara per tahun dalam bentuk persentase (%).

Perubahan SBDK wajib dipublikasikan melalui papan pengumuman di setiap kantor Bank dan halaman utama website bank paling lama pada tanggal berlakunya perubahan SBDK tersebut.

SBDK dipublikasikan kepada masyarakat dalam bentuk angka akhir dari hasil perhitungan komponen SBDK.

Referensi : Surat Edaran Bank Indonesia nomor 135/DPNP tanggal 8 Februari 2011 perihal Transparansi Informasi Suku Bunga Dasar kredit